06.01.09
Air untuk Hidup Sehat
Coba ingat-ingat, berapa banyak air minum yang sudah Anda konsumsi hari ini?
Apakah jumlahnya mencapai 1,5 liter sampai 2 liter atau setara dengan 8 gelas
per hari?
Banyak orang yang tidak mengetahui atau bahkan tidak terlalu peduli dengan
asupan air minumnya sehari-hari. Sebagian dari kita beranggapan asupan air itu
bisa digantikan lewat makanan, minuman kaleng, teh, kopi, atau kuah dalam
sayuran yang dimakan.
Sesungguhnya tidak sesederhana itu. Air minum, dalam hal ini air putih
matang, merupakan salah satu komponen penting bagi kehidupan manusia. Tak
terpenuhi asupan air putih dipastikan akan menyebabkan gangguan pada fungsi
organ tubuh.
Minuman selain air putih memang mengandung air, akan tetapi sebagian besar
juga mengandung bahan-bahan lain, biasanya kafein, yang membuat tubuh
mengeluarkan lebih banyak air dibandingkan volume air yang kita minum.
Bahan-bahan itu tak hanya membuang kembali air pelarutnya, tapi juga air dari
cadangan tubu. Rugi kan?
Padahal air punya peran sangat penting, yang tidak bisa digantikan komponen
lain. Air merupakan bahan perekat dalam desain arsitektural struktur sel. Air
juga mencegah kerusakan DNA dan membuat mekanisme perbaikannya lebih efisien,
karena lebih sedikit DNA abnormal yang tercetak. Selain itu, air adalah pelarut
utama bagi semua makanan, vitamin, dan mineral. Mekanisme pemecahan makanan
menjadi partikel kecil pada metabolisme dan asimilasi makanan membutuhkan air.
Tubuh manusia juga membutuhkan air untuk meningkatkan kecepatan penyerapan
tubuh terhadap bahan-bahan esensial dalam makanan, termasuk berfungsi untuk
mengangkut semua bahan di dalam tubuh. Tak kalah pentingnya, air turut
membersihkan racun buangan dari berbagai bagian tubuh dan membawanya ke hati dan
ginjal untuk dibuang.
Masih ada lagi fungsi penting air, yaitu sebagai pelumas utama pada ruang
sendi, dan membantu mencegah artritis dan nyeri punggung. Air menjadi pencahar
yang melumas dan mencegah sembelit, dan esensial bagi sistem pendinginan tubuh
(keringat) dan pemanasan tubuh (elektris).
Kekurangan air minum akan mengganggu fungsi otak, terutama fungsi pemikiran.
Pasalnya, air merupakan tenaga listrik bagi fungsi otak kita, yang akan membantu
mencegah gangguan kekurangan perhatian pada anak-anak dan dewasa, serta
meningkatkan durasi waktu perhatian kita.
Dari situ, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada fungsi organ dan tubuh
manusia secara keseluruhan jika kita tak memperhatikan asupan air minum itu.
Bagaimana, masih malas minum air putih? (sumber:dra/kompas.com)
Muhammad Yusuf berkata,
Juni 11, 2009 pada 3:17 pm
Sebagai sesama praktisi air minum, alangkah baiknya kita saling mengenal dan menjalin tali silaturrahmi.
Atas dasar itulah saya dengan segala kerendahan hati mengajak anda untuk bertukar LINK dengan Blog saya http://oasezam.wordpress.com .
Bagaimana ?
Jika berminat silahkan tuliskan Blog saya di bagian Taut / Blogroll dengan nama Oasezam Weblog.
Jika sudah segera beritahukan saya lewat email, saya akan segera menuliskan Blog anda pada Blog saya.
Terima kasih sebelumnya…..